UNIVERSITAS SAINS DAN TEKNOLOGI JAYAPURA
Profesional · Unggul · Berdaya Saing · Berkolaborasi · Berinovasi
|

FTSP USTJ dan BP3KP Papua I Jalin Kerja Sama untuk Tingkatkan Kualitas Perumahan dan Kawasan Permukiman di Papua

9
Akun Administrator 09 Oktober 2026
Berita

JAYAPURA, 9 Oktober 2026 – Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) menjalin kerja sama strategis dengan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Papua I melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Hotel Horison Ultima, Entrop, Kota Jayapura, Jumat (9/10/2026). Kerja sama ini mencakup program magang, penelitian, pendampingan teknis, dan pengembangan sumber daya manusia di bidang perumahan dan kawasan permukiman. PKS ditandatangani oleh Kepala BP3KP Papua I, Ir. P. M. Desyarmeda Killian, S.T., M.Si., dan Dekan FTSP USTJ, Dr. Anggia R. Nurmaningtyas, M.Sc. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Dekan FTSP USTJ, Normalia Ode Yanthy, M.T.; Kepala Bagian Humas dan Kerja Sama USTJ, Anna M. Labok, S.T., M.P.W.K.; serta perwakilan Pusat Studi Pengelolaan Ruang Berkelanjutan, Dewi Anggraeni, M.T., dan Musfira, S.T., M.Si., bersama jajaran BP3KP Papua I.

Kolaborasi Strategis untuk Menjawab Kebutuhan Pembangunan Papua

Kerja sama ini memiliki nilai strategis karena mempertemukan keahlian akademik FTSP USTJ dengan kebutuhan teknis dan pelaksanaan program pemerintah di bidang perumahan dan kawasan permukiman. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi berkembang menjadi program nyata yang menghubungkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan kebutuhan pembangunan di Papua.

Melalui kemitraan ini, FTSP USTJ memiliki ruang untuk memperkuat kontribusi keilmuan di bidang Teknik Sipil dan Perencanaan Wilayah dan Kota, khususnya dalam penyediaan data, kajian kebutuhan perumahan, perencanaan kawasan permukiman, serta pengembangan solusi yang mempertimbangkan karakteristik wilayah dan kondisi sosial budaya masyarakat Papua.

Ruang lingkup kerja sama meliputi pelibatan mahasiswa dalam program magang, penelitian rumah layak huni berbasis kearifan lokal, kajian kawasan kumuh, pendampingan teknis, serta dukungan penyusunan dokumen perencanaan perumahan dan kawasan permukiman, termasuk RP3KP dan RP2KPKP. Kerja sama juga mencakup survei teknis dan sosial, pengolahan data spasial, pelatihan, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Mendukung Peningkatan Kualitas Hunian Berkelanjutan

Nilai penting lainnya terletak pada peluang untuk mendorong pembangunan hunian yang tidak hanya layak secara fisik, tetapi juga didukung lingkungan permukiman yang memadai, infrastruktur yang sesuai kebutuhan, serta pendekatan yang menghargai kearifan lokal. Hal ini penting mengingat keberagaman kondisi geografis dan karakteristik permukiman di Papua membutuhkan perencanaan yang sesuai dengan konteks wilayah.

Melalui penelitian dan pendampingan teknis, hasil kajian akademik diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mendukung peningkatan kualitas rumah, penanganan kawasan kumuh, dan pengembangan kawasan permukiman yang lebih berkelanjutan. Keterlibatan mahasiswa dalam program magang juga membuka kesempatan untuk memperoleh pengalaman langsung sekaligus meningkatkan kesiapan mereka menghadapi persoalan pembangunan di lapangan.

Kerja sama ini sekaligus memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi yang lebih dekat dengan instansi pemerintah dan masyarakat. Dengan demikian, manfaat kemitraan diharapkan dapat dirasakan dalam dua aspek, yaitu peningkatan kualitas pembelajaran dan kompetensi sumber daya manusia serta dukungan keilmuan bagi penyelenggaraan pembangunan perumahan dan kawasan permukiman.

Melalui sinergi dengan BP3KP Papua I, FTSP USTJ menegaskan perannya sebagai mitra akademik dalam mendukung pembangunan daerah. Ke depan, implementasi kerja sama ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi tersedianya hunian yang layak, perencanaan permukiman yang lebih terarah, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Papua secara berkelanjutan.